Sabtu, 15 Desember 2012

Nabi Muhammad Saw


NABI MUHAMMAD SAW


اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآاَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا (الاحزاب: 56)
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. 
Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi
 dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”


Nabi Muhammad Saw adalah penghulu segenap makhluk yang paling mulia, rahmat bagi semesta alam, manusia yang paling suci, yang selalu terjaga dari perbuatan khilaf dan dosa, penyempurna revolusi zaman, nabi yang pemurah, nabi yang peramah, nabi yang santun dan nabi yang penuh kemegahan jiwa. Mustahil benteng kaum mukmin yang menjadikannya sebagai penyangga dapat bergeming. Telah dicapainya puncak kebesaran melalui kesempurnaannya, telah diterangi kegelapan dan kekacauan dengan kesemarakannya. 
Nabi Muhammad Saw adalah sang penutup para nabi dan rasul, yang paling sempurna dari seluruh makhluk Allah SWT. beliau kekasih-Nya yang tercinta, beliau lahir di kota Makah pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal 571 M (tahun gajah), makhluk yang paling mulia ini juga dinamakan Ahmad, beliau menjapat julukan Al Amin (yang terpercaya), beliau bukan hanya menjadi nabi dan rasul (utusan) Allah, tetapi juga kekasih Allah serta rahmat yang kirimkan ke muka bumi, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an yang berbunyi :
وَمَآ اَرْسَلْنَاكَ اِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ (الأنبياء : 107)
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), 
melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”
Namamu disandingkan dengan Dzat Pencipta Alam tatkala diucapkan oleh kaum mukminin, bait-bait sholawat dikumandangkan di berbagai penjuru alam semesta, namamu selalu disebut-sebut melalui bait-bait syair yang termaktub dalam bacaan Al Barjanzi, hal ini sebagai bentuk rasa cinta (mahabbah) dari seorang umat kepada pemimpinnya, karena pengakuan sebagai umatmu serta syafaatmulah yang diharapkan besok kelak di hari kiamat, serta surga yang begitu indah dan menyenangkan -yang tak pernah mata melihat, telinga mendengar, dan tak terdetik dalam sanubari- yang kelak diharapkan sebagai tujuan akhir dari segala kebahagiaan dalam kehidupan manusia.

Aba Azka,
Jakarta, 12-12-‘12


Tidak ada komentar:

Posting Komentar